@intra.brin.go.id
Pusat Riset Khazanah Keagamaan, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasiona;
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Multidisciplinary, History, Religious studies, History and Philosophy of Science
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis negosiasi antara dimensi sakral dan profan dalam tradisi arak-arakan Burok pada prosesi pernikahan masyarakat pesisir Cirebon, Jawa Barat. Secara khusus, penelitian ini difokuskan untuk: (1) memetakan unsur ritual dan performatif dalam tradisi Burok yang beroperasi sebagai ruang liminal pada ritus pernikahan, (2) menjelaskan konstruksi makna masyarakat terhadap perpaduan sakralitas simbolik Islam dan profanitas seni pertunjukan Burok, dan (3) menghasilkan basis data terstruktur dalam rangka mendukung penyusunan Model Data Raya Tradisi Keagamaan. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi dan antropologi interpretatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, analisis dokumentasi visual, serta kajian literatur. Data dianalisis secara tematik dan interpretatif untuk menangkap pengalaman tubuh, struktur makna, interaksi sosial, dan dinamika transformasi tradisi. Te
Scopus Publications
Asep Saefullah and Indrawan Cahyadi
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Di Ponorogo terdapat beberapa macam tradisi; yang terkenal adalah Reog Ponorogo atau reog. Ada juga larung sesaji dan tradisi ziarah makam atau nyekar. “Tradisi ziarah makam seringkali dilakukan dengan mengunjungi makam tokoh-tokoh besar. Salah satu tradisi ziarah makam di Kabupaten Ponorogo yang terkenal adalah tradisi ziarah ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari”. Penelitian ini mengkaji tradisi ziarah Makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Siapa Kiai Ageng Muhammad Besari tersebut dan apa peranannya di Ponorogo? Bagaimana tradisi ziarah di Makam Kiai Ageng Muhammad Besari; apa saja bentuk ritualnya dan apa motivasi para ziarah melakukan hal tersebut? dan bagaimana potensi pengembangan wisata religi di Makam Kiai Ageng Muhammad Besari, khususnya, dan di Ponorogo pada umummnya? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian yang dilakukan secara wajar dan natural sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan tanpa adanya manipulasi. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Tradisi ziarah makam Kiai Ageng Muhammad Besar adalah aktivitas sosial dan kepercayaan masyarakat.